Besok Debat Kedua, Jubir Yakin SS-AK Unggul Lagi. Begini Alasannya!

Bagikan

BARRU, Linisiar.id – Pasangan nomor urut 2 di Pilkada Barru 2020, Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK) diprediksi kembali unggul pada debat kandidat tahap kedua yang dijadwalkan KPU Barru, Selasa (24/11/2020).

Jika mengacu pada tema yang diangkat kali ini, yakni “Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Ekonomi Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal,” maka Suardi Saleh-Aska Mappe diyakini tak akan kesulitan.

Alasannya, pada periode pertama Suardi Saleh memimpin Kabupaten Barru, sejumlah prestasi dalam bidang pemberdayaan ekonomi lokal berhasil ditorehkan.

Salah satunya yakni dengan menjadikan Barru dengan desa mandiri tertinggi di Sulsel.

Desa mandiri yang menjadi kebanggaan Kabupaten Barru itu, antara lain Desa Kading dan Desa Lompo Tengah di Kecamatan Tanete Riaja, Desa Cilellang dan Desa Bojo di Kecamatan Mallusetasi, Desa Gattareng dan Desa Pujananting di Kecamatan Pujananting, serta Desa Pancana di Kecamatan Tanete Rilau.

Juru Bicara Tim Pemenangan SS-AK, Ilham Iskandar mengaku sangat optimistis pasangan dengan tagline Barru Maju dan Sejahtera ini akan tampil menguasai materi debat yang rencananya digelar di Makassar.

“Tentu saja kita sangat optimistis. Alasannya sudah sangat jelas bahwa pasangan SS-AK paham situasi dan kondisi geografis Barru secara keseluruhan, sehingga potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan dengan baik,” kata Ilham, Minggu (22/ 11/2020).

Sebagai bukti, kata dia, pada periode pertama Suardi Saleh mampu membawa Kabupaten Barru unggul dari 24 kabupaten/kota di Sulsel dalam hal desa mandiri.

Kata dia, data tersebut membuktikan jika kinerja incumbent ini sangat terukur dalam meningkatkan ekonomi daerah.

“Dibandingkan tahun lalu, desa mandiri di Barru naik secara signifikan. Sebab tahun 2019 hanya satu desa mandiri. Sedangkan tahun 2020 ini naik menjadi tujuh desa mandiri. Ini sungguh luar biasa karena naiknya 700 persen,” jelasnya.

Menurutnya, capaian ini tentu tidak lepas dari pembinaan Suardi Saleh terhadap dinas terkait, serta tenaga pendamping profesional yang konsisten mengawal pembangunan dana desa untuk mendukung kemandirian desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *