Walau Pandemi, Retribusi Pajak-Hotel di Palopo Tak Begitu Anjlok

PALOPO, LINISIAR.ID – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Palopo, Drs Abd Waris MSi, melalui Kepala Bidang Penatausahaan, Pengawasan, Evaluasi dan Pelaporan, Subiha SH, mengatakan sektor jasa dan produksi seperti pajak restoran dan hotel yang paling menonjol penurunan capaian retribusinya selama masa pandem corona.

Subiha menjelaskan, Kamis (11/6/2020), hal itu berdasarkan perbandingan antara pendapatan di tahun 2019 dan 2020 di sektor tersebut dalam triwulan yang sama.

Apalagi di tahun 2020 ini, anggaran Bapenda Palopo ikut dipangkas dan dialihkan dalam penanganan Covid-19.

Rincian untuk Pajak Resto di Triwulan Kedua 2020 hingga Mei tercatat sebesar Rp1.890.997.723. Sedangkan Pajak Resto di tahun 2019 lalu dengan Triwulan yang sama sebesar Rp1.997.176.794.

“Alhamdulillah angka penurunannya tidak terlalu besar, hanya berkisar Rp 106.179.071, atau menurun 5,32 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk pajak hotel, perbandingan 2019 dan 2020, pajak hotel di 2020 sebesar Rp 172.662.116 (Januari s/d Mei) sedangkan untuk Pajak Hotel di 2019 sebesar Rp180.142.454 atau berkurang Rp7.480.338 dengan presentase menurun 4,15 persen.

Bapenda Palopo berharap di masa New Normal nanti semua sektor perekonomian menggeliat kembali dan roda ekonomi masyarakat berputar lagi.

“Kami sudah siap untuk menerapkan New Normal, makanya kami rutin melakukan Pemantauan kembali di lapangan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan terkait COVID-19, serta untuk menyesuaikan kondisil riil masyarakat, Bapenda Palopo melakukan perubahan target-target penerimaan,” jelasnya.(*)