Suardi Saleh Siap Prioritaskan Lagi Pembangunan di Pujananting

Calon Bupati Barru, Suardi Saleh disambut hangat warga saat sosialisasi di Pujananting, Sabtu (10/10/2020).

BARRU, Linisiar.id – Jika kandidat lain masih sebatas janji, maka calon Bupati Barru petahana, Suardi Saleh sudah membuktikan kepemimpinannya di periode pertama.

Perhatiannya ke berbagai sektor patut diacungi jempol. Termasuk untuk Kecamatan Pujananting.

Di kecamatan yang sebagian wilayahnya berada di pegunungan dan pelosok, Suardi Saleh sudah memberi bukti nyata. Termasuk pembangunan infrastruktur dan bantuan pertanian banyak dialokasikan ke desa-desa di kecamatan ini.

Saat melakukan sosialisasi di Desa Jangan-jangan, Pujananting, Sabtu (10/10/2020), Suardi yang maju berpasangan dengan mantan perwira menengah Polda Sulsel, Kompol (Purn) Aska Mappe, berkomitmen untuk terus memperhatikan Pujananting.

Di hadapan warga, Suardi Saleh menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan khususnya yang ada di Pujananting, sebagian sudah berjalan.

Bahkan andai tidak ada refocusing anggaran akibat wabah Covid-19, bakal dipastikan berlanjut tahun ini.

“Alhamdulillah pembangunan jalan menuju Gattareng sudah dilakukan meski belum sempurna betul, karena akibat refocusing anggaran,” jelas Suardi yang disambut aplaus dan yel-yel “oppoki” dan “patterui”.

Ia menambahkan, Pujananting yang merupakan ‘anak bungsu’ dari 7 kecamatan di Barru tetap dijadikan prioritas utama dalam hal pembangunan jika kelak dirinya bersama Aska terpilih di Pilkada 9 Desember 2020.

“Sekitar 60 persen sedianya akan dibawa ke Pujananting termasuk pembangunan,” tambah Suardi Saleh yang dikenal sebagai pemimpin tanpa sekat dan pekerja keras.

Sekadar diketahui, Suardi Saleh yang sebelum menjabat bupati, tercatat sebagai birokrat selama kurang lebih 30 tahun, merupakan pemimpin yang punya sederet keberhasilan dan prestasi. Hal itu bisa dilihat dari capaian Barru.

Mulai pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan yang menurun, hingga Barru berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Di bawah kepemimpinan Suardi Saleh, pengelolaan anggaran berjalan transparan dan tepat sasaran.

Tak heran, Suardi Saleh berulangkali mendapat pujian dan apresiasi dari Gubernur Sulsel, baik kala dijabat Syahrul Yasin Limpo, maupun di periode Nurdin Abdullah.

Mantan aktivis mahasiswa ini, dinilai sebagai pemimpin yang pekerja keras dan benar-benar tulus mengabdi untuk rakyat.

Bukan hanya itu, pemerintah pusat, seperti beberapa menteri, juga seringkali mengakui berbagai kemajuan Barru di bawah kepemimpinan Suardi Saleh. Termasuk soal pelayanan publik yang kini menjadi percontohan di Indonesia.

Khusus mal pelayanan publik (MPP), sering dijadikan lokasi studi banding beberapa pemerintah daerah dan DPRD dari beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Mereka takjub dengan konsep yang ada di Barru. (*)