Primaya Hospital Hertasning Hadir dengan 4 Layanan Unggulan

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Makasar, terdapat 29.789 ibu hamil di Kota Makassar sepanjang tahun tahun 2022, angka tersebut meningkat dari tahur-tahun sebelumnya.

Untuk itu, Layanan Maternity pada Primaya Hospital Hertasning hadir dengan menyediakan layanan maternity seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan normal, operasi sectio caesar metode ERACS yang meminimalisir rasa sakit setelah operasi.

Selain itu Primaya Hospital Hertasning juga memiliki layanan ginekologi, USG 4 dimensi, weliness ibu dan laparoskopi.

Sementara pada Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021 mencatat cakupan pelayanan kesehatan anak balita pada tahun 2020 di Sulawesi Selatan sebesar 65,52%.

Angka ini belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal. Untuk mendukung peningkatan angkat tersebut, Layanan Pediatrik Primaya Hospital Hertasning hadir dengan fasilitas NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk perawatan intensif bayi usia 0-30 hari dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) untuk perawatan intensif bagi anak, Imunisasi Dasar dan tambahan,

Selain itu, Penilaian Tumbuh Kembang Anak, dan Fisioterapi Anak Pusat Layanan Otak di Primaya Hospital Hertasning hadir untuk melayani pasien stroke, gangguan saraf masyarakat kota Makassar.

Senin (29/1/2024), Primaya Hospital meresmikan jaringan rumah sakit yang ke-16 di Kota Makassar yaitu Primaya Hospital Hertasning, setelah Kementerian Kesehatan RI menunjuk Kota Makassar menjadi pusat rujukan untuk masyarakat Indonesia Timur.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Primaya Hospital Hertasning hadir dengan 108 tempat tidur, fasilitas yang nyaman dan bersih, teknologi yang mumpuni dan tenaga medis yang berkompeten.

Oki Yancy, Direktur Primaya Hospital Hertasning menyampaikan “Primaya Hospital Hertasning menyediakan layanan kesehatan yang lengkap dengan empat layanan unggulan yaitu Layanan Maternity (Ibu), Pediatrik (Anak), Otak, dan Mata.

“Primaya Hospital Hertasning dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat, Ruang Operasi, Unit Intensif, Laboratorium, Radioiogi (CT Scan 128 slice), Farmasi, Rehabilitasi Medik dan Ambulance yang beroperasional 24 jam Saat ini kami telah bekerjasama dengan berbagai asuransi seperti Pru Works, Equity, BNI Life, BRI Life, AXA Mandir, CAR, Great Eastern, Garda Medika, Reliance Insurance, Admedika, MSIG, Zurich Insurance, dan asuransi lainnya yang telah bekerasama dengan Primaya Hospital Group,” urai Oki.

Sementara CEO Primaya Hospital, Leona A Karnali mengatakan “Hadirnya Pimaya Hospital di Kota Makassar bukan untuk pertama kalinya. Kami telah melayani masyarakat di Kota Makassar sejak tahun 2011 melalui Primaya Hospital Makassar yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo.

Untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas dan memberikan pelayanan yang lebih lengkap, kami menghadirkan Primaya Hospital Hertasning.

Seluruh layanan Primaya Hospital Hertasning dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui platform digital seperti mobile apps, chat bot dan whatsapp.

Primaya Hospital Group terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan kelengkapan teknologi dan dokter spesialis, keramahan petugas, dan kebersihan fasilitas. Besar harapan kami dengan hadirnya jaringan rumah sakit kami yang ke-16 ini dapat menjadi solusi kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia knususnya warga Kota Makassar.”

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang meresmikan rumah sakit tersebut menambahkan, keberadaan Primaya Hospital Hertasning sangat membantu layanan kesehatan di wilayah Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar atau Mamminasata. Posisi Primaya Hospital yang strategis membuat akses layanan kesehatan lebih mudah.

“Jadi orang-orang daerah tidak usah masuk kota, tetapi langsung ke sini. Dari Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros bisa langsung ke sini,” tutur Danny saat meresmikan Grand Opening Primaya Hospital Hertasning, Jl Aroepala, Makassar.

Dengan posisinya di perbatasan Makassar, itu berarti dapat kawasan Mamminasata yang memiliki 3 juta penduduk, sementara Makassar 1,5 juta. “RS ini sangat membantu posisi Makassar terkhusus dalam pelayanan kesehatan,” tandasnya. (**)