Masuk Akal, Warga Pulau Dukung Program Rp10 Juta per KK Anir-Lutfi

PANGKEP, LInisiar.id – Warga Pulau Samatellu Lompo, Kecamatan Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep menantikan program bantuan kesejahteraan ekonomi keluarga Rp10 juta per KK milik pasangan nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi).

“Program yang paling diperbincangkan di pulau ini adalah program andalan Anir-Lutfi yaitu Rp10 juta per KK. program ini menjadi parameter seluruh warga pulau Samatellu Lompo hadir untuk mendengarkan langsung dari calon wakil bupati Pangkep ini,” kata salah satu warga Palau Samatellu Lompo, Abd Kadir dalam acara silaturahmi bersama Lutfi, Kamis (5/11/2020).

Diakui Kadir, program ini bisa membawa kesejahteraan bagi warga kepulauan di Pangkep. Dengan dana sebesar itu, bisa dijadikan warga modal untuk memulai usaha.

“Inilah program yang sangat kami harapkan dari pemimpin Pangkep. Sudah ada sembilan bupati yang pernah memimpin Pangkep, tapi belun ada yang pernah memberikan program seperti pasangan nomor 4 ini. Itu artinya pasangan ini betul-betul memperhatikan kesejahteraan rakyat. Sehingga kami akan mendukung penuh untuk pasangan perempuan pertama di Pangkep ini,” tambahnya.

Abd Kadir mengaku, warga di daerahnya menyaksikan langsung pemaparan visi-misi serta program prioritas Anir-Lutfi, saat debat kandidat beberapa waktu lalu. Menurutnya, program Anir-Lutfi sejalan dengan harapan masyarakat Pangkep.

“Saya sangat yakin akan kemenangan pasangan Anir-Lutfi. Apalagi di antara keempat calon lainnya, hanya pasangan ini yang sukses memaparkan visi dan misi mereka pada saat debat kandidat perdana kemarin,” ungkap Abd Kadir.

Pada kesempatan itu, Lutfi kembali menegaskan, bersama pasangannya Andi Nirawati, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program sebagai upaya mewujudkan masyarakat Pangkep yang sejahtera.

“Selain program Rp10 juta per KK, kami juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi 1.000 orang khusus warga Pangkep, melalui program KIPA yang akan kami bangun nanti. Sehingga masyarakat Pangkep tidak ada lagi yang tidak memiliki pekerjaan,” kata mantan Ketua HIPMI Pangkep ini. (*)