Sabtu, September 24, 2022

Kadin Sulsel dan BSKLN Bertemu, Bahas Peluang dan Potensi di Kawasan Pasifik Selatan

Populer

MAKASSAR, LINISIAR.ID — Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel dan Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri melakukan pertemuan di Hotel Claro, Rabu (27/7). Agendanya, membahas Peluang dan Potensi Pengusaha Sulsel untuk Berbisnis di Pasifik Selatan.

Wakil Ketua Kadin Sulsel, Arfan Tualle menyampaikan, pihaknya berterima kasih atas pertemuan Kadin Sulsel dan BSKLN. Harapannya, kegiatan yang dilaksanakan ini memberi kesempatan para pengusaha Sulsel di kawasan Pasifik Selatan.

“Kadin Sulsel dan seluruh pengusaha Sulsel bisa manfaatkan peluang dan potensi bisnis di Pasifik Selatan termasuk kawasan Timur Tengah,” ujar Arfan Tualle, Rabu (27/7).

Pada kesempatan itu, Arfan, mengatakan, potensi komoditas di Sulsel sangat besar. Hanya saja, para pelaku UMKM ini memiliki beberapa kendala. Misalnya saja, regulasi pemerintah yang sulit ditembus terutama saat melakukan ekspor.

“Kita ingin dengan adanya pertemuan ini bisa mendapat kemudahan sehingga UMKM kita tidak mati,” tukasnya.

Apalagi, sambung dia, ekspor yang dilakukan Indonesia sebagian atau hampir 20 persen berada di Sulsel. Hal itu, perlu dukungan dan penguatan dari Kementerian Luar Negeri memberi fasilitas agar produk UMKM bertahan dan berkembang.

“Kendala lainnya, bea cukai yang cukup mahal. Nilainya bahkan melebihi harga barang yang akan diekspor. Ini perlu solusi dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BSKLN Kemenlu, Yayan GH Mulyana mengatakan, pertemuan ini diharapkan dan menjadi tugas pemerintah dalam rangka memberikan dukungan ke pemerintah daerah terkhusus pelaku UMKM. Selain itu, mendengar keluhan dari bawah soal kebijakan luar negeri.

“Saya terkejut dengan keluhan soal bea cukai dan izin. Padahal, pemerintah sangat berkomitmen memangkas birokrasi yang panjang,” ungkap Yayan.

“Soal pemangkasan panjangnya birokasi berawal dari pertanyaan para invesor luar negeri soal kemudahan investasi di Indonesia,” tambahnya.

Terkait peluang dan potensi bisnis di kawasan Pasifik Selatan, kata dia, para pengusaha di Sulsel bisa mengambil kesempatan ini. Hanya saja, pihaknya masih akan melakukan pendalaman mengenai peluang dan potensi tersebut.

“Secara geografik, produk yang dihasilkan hampir sama dengan kawasan Pasifik Selatan. Kita akan lihat dulu, apa kebutuhan mereka dan itu akan kita sampaikan,” ujarnya.

Menurutnya, potensi yang cukup menjanjikan mengenai minyak nabati. Namun, perlu dilihat volumen yang akan dikirim ke kawasan Pasifik Selatan karena jangan sampai harga pengiriman lebih mahal ketimbang produknya.

“Perlu diperhatikan biaya pengiriman dan ini tidak mudah. Harus dipertimbangkan dalam sisi pembiayaannya,” bebernya. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

Berita Terbaru