Minggu, Februari 28, 2021

Harga Cabai Naik Tajam, Pedagang di Palopo Mengeluh Sepi Pembeli

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Harga cabai rawit pada pasar-pasar tradisional di Kota Palopo meningkat tajam. Paling tidak, hal itu berdasarkan pantauan Linisiar.id di Pasar Andi Tadda, Palopo, Jumat (8/1/2021).

Penyebabnya karena minimnya pasokan dari petani, karena tingginya curah hujan. Terutama dari daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra tanaman cabai.

Salah seorang pedagang di Pasar Andi Tadda, Ramlah mengatakan, kenaikannya sangat signifikan yakni sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Ramlah menjelaskan, harga cabai rawit sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram. Sekarang di awal Januari 2021, naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

“Harga cabai rawit sangat melambung tinggi. Biasanya kita menjual Rp 30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Bahkan ada yang menjual Rp75 ribu,” sebut Ramlah.

Ia mengeluh, pasalnya jumlah pembeli menurun sehingga berimbas pada pemasukan mereka sebagai pedagang.

“Selama harganya naik, pembeli cabai rawit jarang sekali. Biasanya saya bisa menjual cabai 5 kilogram per hari, sekarang hanya bisa menjual 2 kilogram per hari,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Fitrah mengatakan, berdasarkan informasi dari distributor, kenaikan harga cabai itu disebabkan tingginya curah hujan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut dia, kondisi tersebut mengakibatkan banyak tanaman cabai yang rusak, sehingga pasokan cabai dari petani ke pengepul atau distributor berkurang dan berdampak pada kenaikan harga.

“Ya tentu resah karena kita bisa lihat sekarang ekonomi susah, ditambah lagi kurang pembeli diakibatkan kenaikan harga cabai yang cukup drastis.

Ia  berharap pemeritah segera mengambil langkah agar kenaikan harga bisa terkendali, sebelum jadi pemicu terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok lainnya. (Ayub Sadega)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru