Senin, Juni 14, 2021

Dispertanakbun Palopo Ikut Rakor Pengembangan Sagu, Ibnu Hasyim Sebut Tiga Kendala

Populer

Palopo, Linisiar.id – Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kota Palopo Muh Ibnu Hasyim, S.STP dan jajarannya mengikuti pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) Riset Pengembangan Inovasi dan Kolaborasi (RIPK).

Kegiatan ini digelar melalui virtual dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Kementerian Pertanian RI, Jumat, 21 Mei 2021.

Rapat koordinas RIPK ini bertujuan pengembangan model agroindustri pangan lokal inovatif berbahan sagu.

Menurut Ibnu Hasyim, “Dalam acara diskusi ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman sagu di Palopo. Antara lain, pertama, masyarakat masih menganggap tanaman sagu bukan menjadi tanaman budidaya.”

“Masa panen yang cukup lama antara 7 sampai 10 tahun, juga jadi kendala perkembangan jumlah pertumbuhan tanaman sagu,” tambahnya.

 

Dan ketiga, tanaman sagu yang ada sampai sekarang masih warisan nenek moyang dan pasca panen dalam hal harga jual masih rendah serta nilai kearifan lokal masih kental.

Ke depan, masih lanjut Kadispertanakbun, Pemerintah Kota Palopo berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat terkait masalah bibit dan alat pengolahan pasca panen.

“Sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani sagu agar bisa meningkatkan lagi produktifitas tanaman sagu, bagi pengembangan model agroindustri pangan lokal inovatif berbahan sagu,” pungkas Ibnu.

Hadir pula lewat virtual, Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian, Kepala Balai Besar Pasca Panen Kementan RI, Kadis Ketahanan Pangan Pemprov Sulsel, peneliti dari Balai Pengembangan Pasca Panen Kementan dan lainnya. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru