Bupati Sinjai ASA Genjot Sejumlah Program Unggulan Bidang Kesehatan

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA)

SINJAI, LINISIAR.ID – Sejumlah program prioritas terus digenjot Pemerintah Kabupaten Sinjai dibawah kendali Bupati Andi Seto Asapa (ASA).

Pada bidang kesehatan, sedikitnya 11 program unggulan pro rakyat yang direalisasikan melalui Dinas Kesehatan setempat sejak tahun 2018 lalu.

Program unggulan tersebut, antara lain Jamkesda Plus yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga Sinjai yang terintegrasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pengadaan gerai satu pintu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai dengan cara menempatkan petugas dari sejumlah instansi terkait untuk memudahkan proses pelayanan kesehatan bagi pasien.

Program lainnya, penyediaan rumah singgah pasien atau keluarga pasien di Makassar yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu (pasien kelas III) yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan di Kota Makassar.

Seperti Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Daya, Rumah Sakit Labuang Baji dan Rumah Sakit Haji Makassar.

Rumah singgah pasien tersebut beralamat di Kompleks BTN Wesabbe Makassar sebanyak dua unit masing-masing beralamat di Blok C 53 dan Blok C 54.

Sementara, satu unit rumah singgah lainnya berlokasi di Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin Makassar, Jalan Descartes, Blok AG Nomor 4.

Warga Sinjai yang hendak menggunakan fasilitas rumah singgah pasien tersebut dapat menghubungi nomor seluler 081-1445-3119.

“Program ini kami gagas tidak lain bertujuan untuk menjawab keluhan masyarakat Sinjai, karena selama ini banyak warga yang menolak keluarganya dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit di Makasssar karena alasan kurangnya biaya hidup,” kata ASA.

Guna memberikan pelayanan kesehatan prima, lanjut ASA, Pemkab Sinjai melalui Dinas Kesehatan juga mengoptimalkan program Home Care dan Home Visit.

Yaitu memberikan layanan kesehatan kepada warga secara “dor to dor” untuk meningkatkan jangkauan sasaran pelayanan kesehatan kepada warga yang tersebar di 9 kecamatan di Sinjai.

Melalui program Home Care Home Visit, keberadaan Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan dalam gedung, melainkan meningkatkan akses layanan kesehatan dengan cara mendatangi warga di rumah-rumah mereka.

“Program ini (Home Care dan Home Visit) sudah ada di setiap Puskesmas, lalu penempatan penanggung jawab dusun atau lingkungan minimal satu perawat dan bidan, kami juga terus memaksimalkan kinerja tim PSC 119 (Public Safety Center 119),” ujar ASA.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di Bumi Panrita Kitta, lanjut alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu, Pemkab Sinjai juga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan yang berstatus sukarela.

“Kita juga terus berupaya meningkatkan kualitas dokter, pemberian insentif dan peningkatan fasilitas dokter di Puskesmas, serta insentif tambahan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil,” tegasnya.

Program prioritas bidang kesehatan Pemkab Sinjai juga memfasiltiasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin melanjutkan pendidikan pada fakultas kedokteran, membangun rumah sakit tipe D.

Penyediaan Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk satu desa atau kelurahan, satu desa satu ambulance, pelayanan gratis operasi katarak, bibir sumbing serta penyakit khusus lainnya secara berkala.

Menurut ASA, program-program prioritas bidang kesehatan dijalankan untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna kepada warga Sinjai.

“Kita akan terus bekerja menjalankan semua program unggulan bidang kesehatan demi peningkatan derajat kesehatan seluruh masyarakat Sinjai,” tegas ASA.

Semua program unggulan tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah (RPJMD) 2018 – 2023 yang sejalan dengan visi Pemkab Sinjai dibawah kendali Andi Seto Asapa. Yaitu terwujudnya masyarakat Sinjai yang mandiri, berkeadilan dan religius melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (*)