Jumat, September 17, 2021

Bupati Luwu Terima Buku I La Galigo, Tegaskan Harus Jadi Referensi Masyarakat

Populer

Luwu, Linisiar.id – Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang menerima kunjungan penulis buku I La Galigo, Alvin Shul Vatrick di rumah jabatannya, Kelurahan Pammanu Kecamatan Belopa Utara, Selasa (7/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Alvin menyerahkan sebuah buku berjudul Romansa Purba dalam Stanza I La Galigo. Beberapa hari yang lalu, Alvin juga telah menyerahkan buku yang sama kepada Datu Luwu XL, La Maradang Mackulau Opu To Bau

Dalam pertemuan tersebut, Alvin menceritakan latar belakang sehingga dirinya tergerak untuk menulis buku Romansa Purba dalam Stanza I La Galigo.

Periode I La Galigo memang telah berlalu berabad-abad silam, seiring putaran waktu jejak sejarah tentang Lontara I La Galigo masih terus diperbincangkan turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Naskah asli dua belas jilid kitab I La Galigo yang berada di Leiden Belanda mungkin tidak dapat lagi dibaca langsung khususnya Wija To Luwu. Fakta itu tidak menjadi penghalang bagi siapa saja yang ingin mengetahui isi kitab terpanjang di dunia itu,” kata Alvin.

Setelah mengalami masa perioderisasi penulisan ulang I La Galigo, kini karya yang dilabeli oleh UNESCO sebagai Memory of the World kembali hadir di Tanah Luwu.

Dua belas jilid itu hadir dalam wajah Romansa Purba dalam Stanza I La Galigo yang ditulis ulang oleh Alvin Shul Vatrick.

Usai menerima buku yang mengisahkan kehidupan I La Galigo, Bupati Luwu menyampaikan apresiasinya terhadap Alvin

“Saya sangat bangga menerima karya ini dan memberikan apresiasi kepada ananda Alvin, teruslah berkarya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan pelestarian sejarah Luwu,” ucap H Basmin Mattayang.

“Buku ini harus menjadi referensi masyarakat untuk menambah pengetahuan sejarah Luwu,” katanya.

Di sela-sela pertemuan itu, Basmin sesekali bercerita tentang kitab I La Galigo di masa lalu. Dari sudut pandangnya, ia melihat I La Galigo sebagai warisan leluhur yang tidak pernah padam dan harus terus dilestarikan eksistensinya.

“Di dalam kitab I La Galigo ini ada banyak petuah leluhur hingga saat ini tetap dipedomani, misalnya dalam pemerintahan kita bisa melihat pada sosok Sawerigading yang memimpin rakyatnya penuh kebijaksanaan, mengutamakan kepentingan rakyat, bahkan kita bisa melihat sosok pemimpin yang tawaddu. Semua sikap itu hingga hari ini tetap lestari dan kita terapkan,” lanjutnya.

Prosesi penyerahan buku I La Galigo itu disaksikan langsung oleh Kapolres Luwu, AKBP Fajar Dani Susanto dan Kadis Dikbud Luwu, Drs Hasbullah Bin Mush. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru