Bapenda Palopo dan Tim Terpadu Sambangi 13 Titik Usaha Pengguna M-Pos

PALOPO, LINISIAR.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palopo bersama tim terpadu turun memeriksa pelaku usaha atau wajib pungut (Wapu) yang menggunakan alat transaksi online (M-POS), Senin (26/9/2020).

Tim terpadu ini terdiri dari Satpol PP, DPMPTSP, Kejaksaan, dan Inspektorat didampingi Tim IT dari Bank Sulselbar serta tim dari KPK perwakilan Sulsel.

Kepala Bapenda Palopo, Drs Abd Waris MSi, yang dihubungi Linisiar.id via telepon, Kamis (1/10/2020), membenarkan kegiatan tersebut.

Waris menerangkan tujuan kegiatan itu untuk mengawasi sekaligus mengingatkan Wapu untuk selalu menggunakan M-POS dalam melakukan transaksi dengan pembeli.

Tim dibagi dua dengan menyasar tempat usaha kuliner seperti restoran. Ada 13 titik usaha restoran yang dikunjungi saat itu.

“Kegiatan pengawasan ini sebagai wujud tanggung jawab sekaligus demi efektivitas kinerja juga sebagai monitoring atas dua jenis alat transaksi yang kami pasang di resto, tempat hiburan, dan hotel,” jelasnya.

Penggunaan aplikasi transaksi ini diharapkan dapat membantu peningkatan pemasukan daerah di bidang perpajakan yang nantinya akan digunakan lagi untuk pembangunan daerah

Ada dua jenis alat transaksi yang diberikan kepada Wapu yakni Mobile Payment Online System (M-POS) dan Transaction Monitoring Device (TMD).

M-POS sendiri merupakan aplikasi yang sudah terinstal ke dalam tablet android dan diberikan kepada Wapu yang tidak mempunyai alat transaksi apapun atau masih manual.

Sedangkan TMD merupakan alat perekam yang diberikan kepada Wapu yang telah memiliki aplikasi transaksi tersendiri. Wapu yang telah memiliki aplikasi transaksi mirip M-POS akan langsung dihubungkan ke dashboard monitoring melalui sistem Application Programming Interface (API).(*)