Rumah Dongeng Maros Dikukuhkan

MAROS, Linisiar.id – Pengurus Rumah Dongeng chapter Maros (RDCM) dikukuhkan Bupati Maros yang diwakili Asisten III Pemerintah Kabupaten Maros, Sulaeman Samad di Baruga A Kantor Bupati Maros, Kamis (3/10/2019).

Lory Hendradjaya dikukuhkan sebagai Ketua Rumah Dongeng chapter Maros didampingi Ima Fatimah sebagai Sekretaris dan Nurbaya Idrus sebagai Bendahara.

Pengukuhan ini dirangkaikan dengan pembukaan Workshop Dongeng Maros 2019 yang digelar RDCM ini.


Workshop diikuti guru TK, KB, SD dan SMP, selama sehari penuh. Terlihat guru sangat antusias mengikuti workshop dongeng ini. Terbukti dari target peserta 100 orang, ternyata yang hadir 215 peserta.

Dalam sambutannya, Asisten 3 Maros Sulaeman Samad berharap, kehadiran Rumah Dongeng chapter Maros ini akan berdampak baik bagi pengembangan pendidikan karakter bagi siswa dan anak anak Maros.

”Semoga karakter Indonesia yang ada di Dongeng ini akan menjadi ciri khas pemuda pemudi Indonesia dikemudian hari,” katanya.

Sementara itu Ketua Rumah Dongeng chapter Maros, Lory Hendrajaya, mengatakan kehadiran Rumah Dongeng ini akan konsentrasi menggali nilai nilai karakter daerah Maros melalui budaya lisan atau budaya tutur dalam bentuk dongeng, mythos, legenda, hikayat atau jenis lainnya yang masih banyak berkembang di masyarakat.

Lory menargetkan cerita-cerita rakyat ini dapat didokumentasikan dalam bentuk buku cerita yang akan dijadikan media pembelajaran di sekolah.

Cerita rakyat seperti Toakala ri Abbo, Bissu Daeng ri PAttiro tak kalah seru dibanding cerita dari Pulau Jawa atau India. Terdapat juga cerita lain, seperti, Angge Sayu si Manusia kuat asal Maros, atau kisah karamnya Biseang Labboro.

Kisah ini menyimpan banyak nilai dan makna makna pendidikan di dalamnya. Ini tantangan katanya,tapi inilah usaha.

Worshop Dongeng berlangsung seru sampai sore dan dipandu pendiri Rumah Dongeng Indonesia, Puguh Herumawan.

Materi atraktif dibawakan bersama tim Dongeng Makassar. Materi yang diberikan dalam workshop bagaimana memilih tema dongeng, membaca dongeng dengan suara keras, meniru suara hewan, olah vokal , dan mengenal penokohan dalam dongeng.

Sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros Ima Fatimah, berharap workshop ini akan menjadi kegiatan berkelanjutan, melihat antusias guru begitu besar. Dan, masih banyak guru yang meminta untuk dijadwalkan mengikuti workshop ini.

Selain itu Ima juga menyampaikan rencana Rumah Dongeng membuka kelas dongeng yang akan berlangsung selama delapan kali pertemuan untuk menciptakan pendongeng-pendongeng hebat dari kursus dongeng tersebut.

“Muara seluruh program ini adalah akan diadakannya kompetisi bercerita atau berdongeng yang tentunya menyiapkan hadiah besar,” pungkasnya.