Manulife Luncurkan MiFIP untuk Persiapan Hari Tua Nasabah

MAKASSAR, Linisiar.id – Manulife Indonesia meluncurkan solusi perlindungan MiFuture Income Protector (MiFIP), yang dirancang untuk para nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar.

Chief Agency Officer Manulife Indonesia, Jeffrey Kie, mengatakan, produk ini dipasarkan melalui jalur keagenan, produk asuransi tradisional ini memberikan berbagai manfaat hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan sehingga nasabah siap menghadapi hari tua.

“Selama lebih dari 34 tahun di Indonesia, kami berkomitmen kuat untuk terus membantu memudahkan hidup masyarakat Indonesia pada setiap tahap kehidupannya, termasuk hari tua mereka. Dengan MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir akan income atau pendapatan tetap terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja,” tukasnya.


Kata Dia, merujuk pada data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang diluncurkan tahun 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimis akan hari tua mereka serta memiliki ekspektasi untuk memiliki 57% lebih baik dari gaya hidup saat ini. Hanya 19% investor yang merasa khawatir akan kehabisan uang pada masa pensiun nanti.

Namun, meskipun pensiun berada dalam tiga besar prioritas keuangan utama, mayoritas investor hanya dapat menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp100 juta, yang notabene akan habis dalam 2-3 tahun dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga Rp4 juta per bulan.

“Senang sekali melihat optimisme masyarakat Indonesia akan masa depan. Namun optimisme tersebut tidak dapat diraih dalam sekejap. Kita juga harus mengantisipasiberbagai risiko kehidupan untuk mencegah bergantung pada anak dan menjadikan mereka beban. Melalui salah satu keunggulan MiFuture Income Protector, produk ini dapat menjadi solusi agar generasi penerus tetap terlindungi dari risiko yang tidak menentu danmempertahankan kesejahteraan yang sudah ada sebelumnya (wealth transfer),” tambahnya.

Produk ini menyasar para pencari nafkah dengan usia produktif yang telah mempersiapkan pensiunnya dan juga untuk mereka yang menginginkan peninggalan untuk orang-orang terkasih maupun generasi penerus di masa yang akan datang. Dengan demikian, keberlangsungan kebebasan finansial tetap dapat dilanjutkan terus menerus tanpa harus terputus di satu generasi. (*)