Kemenpan Jajaki Kerja Sama Program Kembaran UI, UNHAS dan University of Melbourne

Linisiar.id – Dalam rangka penguatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya aparatur sipil negara, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menjajaki kerja sama bidang pendidikan double degree (program kembaran) antara Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, dan University of Melbourne. Diharapkan dari hasil kerja sama tersebut akan menciptakan aparatur negara yang cakap dalam menjalankan program pemerintah.

Menpan RB Syafruddin Kambo menyatakan bahwa program ini sangat penting, bukan hanya menjembatani terealisasinya program pemerintahan yang berbasis pada keilmuan dan pengetahuan, tetapi juga menghubungkan universitas sebagai pilar penyangga program pemerintahan, yang melahirkan berbagai kebijakan publik yang adaptif dengan perkembangan jaman dan dinamisnya perubahan global.

“Program ini sangat penting dan kita harapkan program ini tidak hanya menjembatani program pemerintah yang berbasiskan pada keilmuan, tetapi juga mengkoneksikan universitas yang merupakan pilar penyangga program pemerintah untuk melahirkan berbagai kebijakan publik yang berkembang sesuai zamannya,” ujar Syafruddin.


Leih lanjut Syafruddin menjelaskan bahwa program kerja sama ini akan dilakukan sepraktis mungkin. Mengingat kebutuhan Indonesia akan peningkatan sumber daya manusia khususnya Aparatur Sipil Negara sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan.

“Kita ingin memangkas pola kerjasama yang rumit menjadi mudah dan segera bisa dieksekusi, karena program ini harus berjalan cepat, tidak bisa ditunda lagi,” lanjut Syafruddin.

Selain itu, Syafruddin yang juga merupakan Ketua Wali Amanat Universitas Hasanuddin ini menegaskan bahwa rencana kerja sama dua universitas dalam negeri dengan universitas manca negara sudah mendapat dukungan dari semua pihak. Termasuk hal-hal yang terkait masalah teknis, seperti penyesuaian kurikulum, dan pendanaan yang akan menggandeng LPDP.

“Semua hal sudah dibicarakan. Teknis penyesuaian kurikulum, pendanaan yang nantinya akan menggandeng LPDP, administrasi persuratan hingga rekrutmen mahasiswa, sudah dibicarakan dengan baik, dan semua pihak bersepakat untuk mendukung penuh keberlanjutan program ini, yang akan segera dijalankan dalam beberapa bulan kedepan. Khusus Unhas akan mulai jalan enam bulan lagi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu, mendukung upaya kerja sama sebagai sebuah langkah maju unhas untuk menjadikan university kelas dunia.

“Tentunya apa yang dijajaki oleh Kemenpan ini sebuah langkah baik dan kami berharap dengan program kerja sama tersebut dapat menjadikan Unhas sebagai World Class University,” ungkap Dwia.

Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin akan menjadi pilar yang menyangga daerah Barat dan Timur Indonesia. Melalui program ini, para ASN terbaik dengan kualitas yang memenuhi syarat pemenuhan kerjasama dengan University of Melbourne, akan direkrut untuk belajar di dua area. Pertama, di Indonesia mereka mendalami aspek administrasi pemerintahan dan kebijakan publik yang berorientasi pada kearifan lokal dan pemerintah secara nasional. Kedua, di Melbourne, mereka akan belajar tentang aspek strategis global, sehingga pemahaman tentang menjalankan pemerintahan menjadi lebih komprehensif dan realistis dilakukan di Indonesia.

Program ini berjalan secara berkelanjutan, mereka yang sudah lulus akan menularkan pengalaman dan pengetahuan melalui transfer pengetahuan, dan agen pembaruan untuk pemerintahan yang lebih baik. Lalu, direkrut lagi yang baru untuk belajar, demikian seterusnya hingga semakin meluas dan mendorong kinerja dan siatem pemerintahan yang lebih baik ke depan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Menpan RB beserta sejumlah rombongan melakukan kunjungan ke Melborne Universty Australia pada tanggal 26-27 Juli 2019 dan ke Victoria Universty di welington New Zaeland, 28 – 31 Juli 2019 di Victoria University.