Kejati Sulsel Tinjau Lahan Sewa Jen Tang

MAKASSAR, Linisiar.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel terus mendalami dugaan korupsi penyewaan lahan, yang mendudukan Soedirjo Aliman alias Jen Tang sebagai tersangka.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Andi Osama, mengatakan, hari ini Tim Kejaksaan telah melakukan peninjauan lahan yang disewakan oleh Jen Tang itu.

“Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dikawal oleh petugas gabungan PAM telah melakukan peninjauan tempat perkara sewa tanah negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar,” kata Andi Osama.


Peninjauan tersebut, katanya, dilakukan untuk mendapat gambaran kongkrit menganai lahan mana saja yang dipersewakan oleh Jen Tang.

“Di lapangan tim melakukan peninjauan untuk mengetahui secara konkrit lahan mana saja yang telah disewakan oleh Jen Tang, guna memperkuat jaksa penuntut umum untuk menjerat Jen Tang di pengadilan,” katanya.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi Sulsel terus melakukan pemeriksaan kepada tersangka dugaan penyewaan lahan negara, Jen tang. Selain untuk melengkapi berita acara pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan itu juga dimaksudkan agar kejaksaan dapat membongkar kasus yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Firdaus Dewilmar mengatakan, meskipun Jen Tang merupakan hasil pengembangan dari dua terdakwa sebelumnya yang bebas di pengadilan, namun ia mengatakan beberapa fakta yang ditemukan Jen Tang sendiri merupakan aktor dari kasus ini.

Dalam penelusuran yang dilakukan penyidik yang bekerjasama dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK), diketahui dana sewa yang dibayarkan kepada Rusdin dan Jayanti sendiri ternyata diambil oleh Jen Tang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

“Tertangkapnya Jen Tang akan membuka tabir dalam kasus ini, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru,” kata Firdaus.

Terkait dengan bebasnya tiga tersangka sebelumnya yang telah dijerat oleh kejaksaan namun lepas di pengadilan, Firdaus mengatakan tetap menghormati keputusan pengadilan tersebut.

Namun kata ia, pihaknya tetap akan membuka kembali kasus tersebut lewat eksaminasi yang akan mereka lakukan.

“Tetap kita hormati keputusan pengadilan, bebas ya bebas aja, namun untuk perkara bebasnya tiga orang itu, kita akan lakukan eksaminasi khusus,” kata Firdaus.