DPRD Makassar Akan Bentuk Pansus Tuntaskan Polemik Pasar Sentral

MAKASSAR, Linisiar.id – Pimpinan Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rudianto Lallo menegaskan, akan segera menyelesaikan kisruh Pasar Sentral atau New Makassar Mall.

“Persoalan ini sudah lama, tentu ini mengindikasikan ada hal yang salah. Olehnya itu, DPRD Makassar akan segera turun tangan mencari penyebabnya,” kata Rudianto, Senin (14/10/2019).

Sebagai wakil rakyat, politisi NasDem ini mengatakan, akan terus mengawal dan menindak lanjuti aspirasi yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat umum, termasuk kisruh antar pedagang pasar sentral dengan pihak pengelola New Makassar Mal dalam hal ini PT MTIR.


Baginya, kisruh Pasar Sentral ini merupakan masalah klasik yang tak kunjung usai. Olehnya itu, DPRD Makassar harus segera turut andil dalam menyelesaikan polemik yang dinilai telah merugikan masyarakat (pedagang) dan memperjuangkan agar mereka mendapatkan haknya.

Menurutnya, tindakan yang selama ini dilakukan pihak Pemerintah Kota Makassar belum juga menemukan jalan keluar. Olehnya itu, salah satu solusi yang ditawarkan DPRD ialah membentuk panitia khusus (pansus) yang akan bertugas untuk membahas, menyelidiki serta menyelesaikan soal tersebut.

“Pedagang di Pasar Sentral ini masalahnya hanya persoalan harga lods yang mencekik dan tidak memadai sebagai tempat jualan sebab ukuran lodsnya sangat sempit. Nah DPRD harus masuk kesitu juga. Nah kenapa tidak bentuk pansus saja untuk lebih mendalami dan menyelidiki masalahnya dimana,” katanya.

“Yang lalu-lalu polanya hanya sekadar menampung aspirasi, kemudian di Rapat Dengar Pendapat (RDP) kan. Tapi setelah itu, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah maupun pihak investor, PT MTIR untuk penyelesaiannya. Pasalnya, tidak ada titik temu lantaran pihak pengembang hanya mengutus stafnya, untuk menghadiri panggilan DPRD,” lanjutnya.

DPRD Makassar, kata Rudianto Lallo, akan meminta ketegasan pemerintah kota dalam menyikapi investor yang terkesan semena-mena. Pemkot harus memperjelas bentuk kerjasama dengan MTIR, begitupun dengan manfaat-manfaat dari hasil kerja sama tersebut.

Ia juga menegaskan, sebagai pengambil kebijakan dan berperan penting terhadap nasib pedagang, Pemkot Makassar jangan mau didikte oleh pengusaha.

“Kami di DPRD setelah adanya komisi yang terbentuk, kami akan memikirkan masalah ini. Kalau perlu ada Pansus. Namanya juga pasar, tentu ini melibatkan banyak orang. Apalagi persoalan ini sudah berumur 15 tahun tapi belum juga ada penyelesaiannya. Pemkot juga jangan mau didikte oleh pengusaha. Nanti kita evaluasi semua mulai bagaimana kerja sama Pemkot dengan pihak investor (MTIR), bagaimana pemasukannya terhadap aset-aset yang disewakan, apa ada manfaat rilnya, karena selama ini kita hanya melihat menyiksa para pedagang,” pungkasnya.