Disdag Makassar Minta Pengamanan TNI-Polri Tutup Gudang Dalam Kota

MAKASSAR, Linisiar.id – Dinas Perdagangan Kota Makassar masih menunggu pengesahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota rencana penutupan gudang dalam kota yang ditahap awal terdapat lima titik. Langkah pertama penindakan, Pemkot Makassar akan menyisir wilayah Tallo.

Kepala Disdag Kota Makassar, Andi Muh Yasir menegaskan tidak akan mentolerir aktivitas gudang dalam kota sebab sudah sangat meresahkan banyak masyarakat. Apalagi, berdasarkan data yang diperoleh mayoritas usaha ekspedisi yang ada di empat kecamatan itu tidak mengantongi izin.

“Data yang kita pegang itu mayoritas usaha ekspedisi itu tidak mengantongi izin, dan itu sudah kita tegur sampai tiga kali tapi tidak diindahkan. Pokoknya kita tutup, terserah mereka mau kemana,” Ujar Yasir.


Olehnya itu, pihak meminta bantuan pengamanan dari TNI-Polri terkait rencana penutupan gudang dalam kota. Hal itu karena hingga saat ini, pemerintah tidak kunjung melakukan eksekusi gudang dalam kota. Alasannya, upaya penataan gudang ini mesti hati-hati sehingga perlu pertimbangan yang matang.

Yasir menegaskan akan melanjutkan dan melaksanakan penindakan gudang dalam kota. Hanya saja, perlu ada persiapan yang matang sebelum bertindak agar tidak ada masalah pascaeksekusi.

“Saat ini kita sudah menyurat ke Polrestabes dan Kodim untuk pem-back-up-an,” kata Yasir.

Terkait waktu pasti untuk penindakan, Yasir mengaku berharap bisa secepat mungkin terutama ketika sudah ada pengesahan SK dari Wali Kota. “Kita lihat, pasti kita ingin percepat,” singkatnya.

Kepala Seksi Pengkajian Pelanggaran Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Erwin Aziz, menambahkan dirinya telah menyiapkan administrasi untuk bersurat ke Polrestabes Makassar dan Kodim. “Jadi kita harap bisa backup kita nanti ketika ada eksekusi di lapangan,” bebernya.

Berdasarkan Perwali Nomor 93/ 2005 tentang Peraturan Kegiatan Gudang Dalam Kota, wilayah usaha pergudangan hanya boleh dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea. Selain kedua kecamatan tersebut tidak boleh ada aktivitas pergudangan.

Berdasarkan data, jenis usaha pergudangan dan ekspedisi yang berada di Kecamatan Tallo cukup banyak. Totalnya mencapai 51 perusahaan. Dari data tersebut hanya ada 19 yang memiliki izin usaha, sementara sisanya 32 perusahaan tidak memiliki izin.