Anggota DPRD Makassar, Amar Bustanul Tutup Usia

MAKASSAR, Linisiar.id – Kabar duka datang dari Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Salah satu legislator dari Fraksi Gerindra, Amar Busthanul tutup usia di Rumah Sakit Akademis Njori, Jalan Bulu Saraung, Kota Makassar, Senin (29/7).

Ketua Fraksi Gerindra itu meninggal setelah mengalami kejang-kejang ketika hendak melakukan perjalanan menuju Kantor DPRD Kota Makassar. Diketahui, Amar sudah lama mengalami sakit dan baru saja melakukan cuci darah di RS Akademis.

Kerabat yang juga sopir Amar, Muhammad Basyar mengatakan, kondisi Amar baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda bahwa sedang sakit parah. Ia mengaku jika almarhum beraktivitas seperti hari-hari biasanya.


“Setiap hari Senin Pak Amar memang selalu minta diantar untuk cuci darah,” kata Muhammad Basyar.

Ia menambahkan, dalam perjalanan kondisi Amar mengalami kejang-kejang sehingga berinisiatif untuk dibawa kembali ke RS Akademis. Selang sepuluh menit sampainya di RS, kata dia, Amar tak lagi bisa tertolong.

“Jadi pas di Ahmad Yani dia kejang-kejang. Saya putar balik ke RS, tapi sampai di sana tidak lama dia meninggal,” ucapnya.

Sementara itu, saudara tertua Amar, Nurbaya mengatakan bahwa adiknya memang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus. Namun, kata dia, adiknya aktif melakukan pengobatan dan selalu memperhatikan saran dokter serta arahan dari keluarganya sehingga kondisinya normal.

Akan tetapi, belakangan ini diketahui mengidap penyakit ginjal. Hal itu merupakan salah satu dampak dari penyakit diabtes melitus.

“Ia pernah sembuh tapi karena banyak faktor baik pikiran maupun pekerjaan makanya berdampak pada kesehatannya,” kata Nurbaya.

Salah satu sahabat di DPRD Makassar, Busranuddin Baso Tika mengatakan selalu ada yang kurang ketika Amar tidak berada di kantor.Ia mengaku sosok Amar Bustanul selalu muncul untuk merasa lengkap, lega dan tenang. Ia menilai Amar selalu menjadi pencair suasana.

Ia menambahkan Amar merupakan salah satu anggota DPRD yang solutif, cerdas, dan ramah.

“Pak Amar itu tidak pernah marah, dia baik ke semua orang, candanya bagus. Pokonya kalau ada Pak Amar itu enak, dia bawaannya enjoy dimana pun berada,” kata BBT–sapaan akrab Busranuddin Baso Tika.

Sementara Ketua DPRD Makassar, Farouk M. Betta juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan sosok Amar sebagai seorang yang dinamisator, namun suka berguyon. Kepandaiannya dalam berkomunikasi politik sangat diakui dan selalu dibutuhkan dalam keadaan genting dalam pengambilan keputusan.

“Ia pandai memecahkan kebuntuan dalam pengambilan keputusan. Saat melakukan kunjungan kerja Pak Amar selalu membentuk hubungan emosional. Banyak kontribusi yang dilahirkan dari Panitia Khusus (Pansus) maupun kegiatan DPRD lainnya,” kata Farouk.

Ia menambahkan salah satu terobosan Peraturan Daerah (Perda) yang berhasil dipertahan oleh DPRD khususnya yang dipelopori oleh Amar adalah Perda Cagar Budaya. Ia pun mendoakan agar almarhum diposisikan ditempat terbaik.

“Pak Amar itu sangat baik. Kami di DPRD merasa kehilangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Amar Busthanul meninggal pada usia yang ke 54. Amar juga meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak. Rencanya jenazah akan disemayamkan di DPRD Kota Makassar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.